5 Strategi B2B Marketing

2017-06-19 13:50:28  | by Team | Phuture Prime's News
featured image


5 Strategi B2B Marketing


                Kami telah berbicara dengan beberapa pemimpin dalam berbagi wawasan mengenai trend dan strategi yang akan menjadi besar. Jadi kami memberikan pertanyaan, mengapa perlu menunggu sampai saat itu?
Ada banyak konten bertebaran dimana-mana di masa tren ini, namun kami menemukan bahwa mereka agak sedikit berubah-rubah dan tidak menunjukkan benar-benar untuk dapat menerapkan strategi yang sedang dibicarakan.

                 Jika Anda telah membaca e-book terbaru kami maka anda akan tahu kita biasanya membuat subjek terpisah dan membiarkannya tergeletak di meja untuk dilihat. Pada artikel ini kita akan melakukan hal yang sama.
Anda akan mempelajari semua tentang 5 wawasan ini bersama dengan praktik penerapannya sehingga Anda dapat menerapkannya ke dalam strategi pemasaran B2B Anda. Anda juga akan melihat bagaimana beberapa perusahaan yang sangat sukses lainnya telah berhasil menerapkan strategi ini dan mendapatkan hasil yang mereka harapkan. Apa yang akan Anda perhatikan adalah bahwa sementara channel yang digunakan tidak selalu baru, cara menerapkannya yang berkembang terus. Segala sesuatu telah bergeser cepat sejak tahun lalu dan ini adalah beberapa cara agar anda dapat tetap sukses karena mereka terus melakukannya.

 Strategy 1: Display & Native Advertising
Display Advertising
Cara-cara dimana iklan berbayar digunakan terasa berubah sejak 2013. Pada tahun 2014 tetep akan berubah dengan kecepatan tinggi. Cukup aman dikatakan bahwa campaign digital berbayar tidak akan ke mana-mana, sebenarnya channel ini baru saja memulai perubahan.
Mari kita pisahkan “iklan berbayar” ke dalam dua kategori; display advertising dan native advertising . Ingatlah bahwa dalam beberapa kasus dua iklan ini akan saling melengkapi.
Display Advertising
Sebagai pengguna internet, Anda mungkin sudah tahu apa itu display advertising. Kembali pada zaman dulu dimana iklan banner yang tidak relevan telah berubah menjadi campaign yang lebih relevan dan tertarget.
Kita mulai melihat bahwa platform jaringan media sosial berubah dari yang gratis menjadi media dibayar. Ini bermula dari Facebook dan sekarang platform lainnya mulai mengikuti. Jadi apa yang dapat anda lakukan untuk terus mengikuti perubahan?

  1. Jika Anda belum melakukannya, investasi di Remarketing Campaign
    AdWords adalah channel berbayar yang bagus, tetapi tidak hanya mengenai halaman hasil mesin pencari. Jika Anda berada di puncak dari tren pemasaran digital Anda, Anda mungkin sudah mendengar mengenai remarketing, tapi jika belum maka sudah saatnya untuk berinvestasi.
    Remarketing adalah cara yang efektif untuk mendapatkan pesan balik dari orang-orang yang telah mengunjungi situs web Anda. Katakanlah seseorang mengunjungi website Anda dan keluar pada halaman produk tertentu. Anda dapat dengan strategis membuat tampilan iklan display ads yang muncul di situs dalam google display network.
    Saya baru-baru ini memeriksa situs web Appian, klien kita, untuk mengecek apa yang mereka lakukan. sejam kemudian saya browsing YouTube (bukan untuk video kucing, aku janji) dan melihat iklan dari Appian sendiri.
    Yang hebat mengenai hal ini adalah pesan yang dikirim sesuai dengan aktivitas saya di website dimana ada call to action untuk mendownload sebuah makalah penelitian.
    Tampilan display ads tertarget ini dapat mendorong users untuk mengunjungi kembali situs Anda dan mengambil tindakan yang mereka lewatkan terakhir kali.
  2.  Facebook ads Tidak Hanya untuk B2C
    Ini adalah hal yang saling melengkapi yang saya sebutkan di atas, karena ada beberapa taktik iklan Facebook yang dapat anda coba lainnya.
    Kita akan melihat facebook feed dalam satu detik, tetapi kita akan memfokuskan pada iklan “sidebar”. Ini adalah iklan mengganggu yang sangat ditargetkan sesuai aktivitas online dan interest kita.
    Masalahnya kami telah menulis tentang ini sebelumnya, iklan ini tidak mengganggu. Ketika digunakan dengan benar mereka benar-benar dapat menyediakan layanan ke orang-orang yang ditargetkan.
    Iklan ini harus memiliki tujuan, dan itulah mengapa perlu mempromosikan konten top-of-funnel pada awalnya. Yang menarik mengenai iklan Facebook adalah bahwa Anda dapat menggunakannya dalam cara yang sama seperti google menargetkan campaignya. Anda dapat menyediakan iklan kepada customer anda, menawarkan whitepaper atau bahkan produk dan layanan yang mungkin menarik bagi mereka.
  3. Native Advertising
    Native advertising terus menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun seiring dengan semakin banyaknya penyedia konten yang menawarkan artikel bersponsor kepada brand.Business Insider Intelligence memprediksi bahwa secara umum tingkat pendapatkan dari native advertising akan mencapai US$21 miliar (sekitar Rp277 triliun) pada tahun 2018, meningkat sekitar US$7,9 miliar (sekitar Rp104 triliun) dari 2015.
    Terlepas dari kesuksesannya, hingga kini masih banyak pengiklan yang melontarkan pertanyaan, “Apakah ini hanya tren sementara?” dan mencoba untuk mengerti bagaimana mengukur kesuksesan dari konten bersponsor dan native ad. Para penyedia konten kini mulai memilah siapa yang layak menulis konten berbayar. Bahkan John Oliver, pembawa acara Last Week Tonight, turut serta dalam diskusi ini.
    Secara kasat mata, kita sudah dapat melihat native advertising dan konten bersponsor di mana-mana (atau mungkin kamu belum menyadarinya). Bahkan para penyedia konten yang sudah cukup lama berkecimpung di dunia media juga turut serta dalam fenomena ini, sepertiWall Street Journal, The New York Times, Fortune, dan Washington Post juga tidak mau ketinggalan mengikuti arak-arakan native advertising.
    Walaupun masih banyak pengiklan yang terlihat ragu akan efektivitas native advertising, sebuah studi menunjukkan bahwa terdapat kesamaan antara cara konsumen melihat konten editorial orisinal dan native advertising. Inilah yang berpotensi untuk menarik para brand yang ingin bereksperimen dan memaksimalkan content marketing mereka melalui artikel bersponsor.

Strategy 2: Otomasisasi Marketing
Kita sempat hidup dalam waktu yang sangat terfragmentasi dimana beberapa strategi pemasaran B2B kita terisolasi. Berkat software otomasisasi marketing seperti HubSpot dan Marketo, pemasaran menjadi lebih baik
Otomasi pemasaran yaitu kampanye pemasaran secara otomatis. CRM, email marketing, SEO, skor lead, manajemen konten dan analisis Anda sekarang dapat berada di satu tempat. cari, pelihara dan closing lead bisa dilakukan dari satu platform dengan cara yang lebih otomatis.
Untuk memberi Anda langkah-langkah, kami sarankan untuk anda menguji otomasi pemasaran secara skala kecil terlebih dulu, mengukur ROI dan membuat keputusan untuk berinvestasi di platform yang lebih hebat di kemudian hari.


Strategi Ketiga: Micro Targeting & Precision Marketing
Jumlah data yang tersedia bagi kita sekarang pada titik di mana kita dapat menyesuaikan pesan pemasaran kita ke level individu. Baru-baru ini ada sebuah artikel tentang Adweek yang menceritakan bagaimana Brian Swichkow mengucapkan terima kasih kepada teman sekamarnya menggunakan iklan custom Audiences dari Facebook ads.
Hal di atas hanyalah satu contoh bagaimana precision marketing dapat membantu Anda menargetkan audiens secara efektif. Banyak marketer takut bahwa dengan terlalu bertarget kita tidak berani keluar dari penonton kita. Seperti yang telah kita bahas sebelumnya, bukan begitu jika Anda benar-benar ingin melayani mereka.
Mulailah dengan menciptakan persona pembeli Anda
Sulit untuk membuat pesan yang ditargetkan jika Anda tidak tahu dengan siapa anda berbicara. Membuat persona pembeli memungkinkan Anda mengarahkan pesan pemasaran dengan tingkat akurasi yang lebih tinggi.
Kami di sini, di Seraph Science, terus-menerus mengrahkan dan memperluas kepribadian pembeli kami. Saat ini kita berfokus pada Direktur Pemasaran, Manajer Pemasaran dan Managing Director.
Kami melihat untuk menghasilkan sebanyak mungkin informasi tentang personal ini. Atribut seperti tantangan, tujuan dan latar belakang mereka. Jika kita tahu masalah mereka maka kita tahu cara membuat konten yang benar-benar akan melayani mereka.
Fokus pada Peluang Menciptakan ROI yang tinggi
Pikirkan tentang klien ideal Anda. Yang mana perusahaan yang logonya ingin Anda cantumkan di situs Anda? Inilah orang-orang yang harus Anda targetkan.
Sebenarnya langsung menjual ke pengambil keputusan yang lebih senior sama sekali berlawanan dengan standar proses penjualan.
Banyak tenaga penjual memulai penjualan focus ke keuntungan mereka diikuti dengan bisnis case mereka, di situlah mereka berharap mendapatkan kepercayaan.
Saat menjual ke C-Suite, ini tidak bekerja. Anda perlu membangun kepercayaan terlebih dahulu dan kemudian menawarkan perspektif yang berbeda terhadap apa yang telah mereka lakukan. Mereka ingin ditantang dan asumsi mereka diuji.
Kesalahan lain yang dilakukan banyak pemasar saat mencoba menjual ke C-Suite adalah melakukannya dengan corong terfragmentasi. Mereka memiliki kontak terpisah untuk telemarketing, email, pengaturan janji temu dan pertemuan tatap muka.
Ini tidak bekerja dengan C-Suite karena mereka menghargai hubungan berdasarkan kepercayaan.

Strategi Keempat: Konten Marketing Berkualitas Tinggi
Konten Marketing sudah menjadi strategi yang banyak brand lakukan. Ini tentang bagaimana menciptakan konten berkualitas tinggi yang benar-benar memecahkan masalah dan tantangan yang dialami oleh pembeli Anda.
Buat konten yang lebih panjang
Ebook, kursus video dan email adalah cara bagus untuk mengedukasi audiens anda. Banyak marketers sedang berusaha untuk memberikan bentuk konten yang panjang sebagai sarana untuk menghasilkan value dan menciptakan hubungan dengan pelanggan mereka.
Unbounce telah membuat kursus hebat tentang konversi landing page yang dikirimkan melalui email dari waktu ke waktu. Ini adalah terobosan besar dan mendalam yang menjadi sukses besar bagi Unbounce.
Perusahaan seperti HubSpot dan KISSmetrics memiliki perpustakaan eBook yang besar sekali dan sumber daya lainnya yang didedikasikan untuk kebutuhan audiens mereka. Terobosan ini menghasilkan ratusan lead seminggu dan membuat mereka untuk memelihara dan memjalinhubungan.
Konten yang panjang benar-benar dapat membantu meningkatkan nilai persepsi dan otoritas merek Anda. Cari tahu lebih dalam personal pembeli Anda, ajak bicara dengan pelanggan Anda dan cari tahu tantangan apa yang bisa diselesaikan dengan konten anda.

Strategi Kelima: Gunakan Mobile Marketing
                  Ini bukan berita baru, tetapi masih banyak marketer yang mengabaikannya . Meskipun usaha anda adalah B2B, pesan anda masih diarahkan pada orang-orang, dan orang-orang saat ini kebanyakan menghabiskan waktu di perangkat seluler mereka.
Jika anda belum melakukannya sekarang, saatnya untuk dipercepat. Semakin banyak orang menggunakan ponsel untuk mengkonsumsi konten, berkomunikasi dan bahkan membeli barang saat di perjalanan.
Sebelum kita gali lebih dalam, saya hanya akan mengingatkan Anda bahwa situs Anda harus responsif. Ini adalah info lama sekarang, dan karena semakin banyak orang menjelajah web lewat ponsel mereka, situs web anda harus mobile-friendly.


Kesimpulan
                  Ada banyak hal yang harus diperhatikan di sini, dan dengan meningkatnya teknologi baru seperti wearable, 2015 ingin menjadi sebuah tahun yang penuh dengan inovasi. Ada banyak kesempatan bagi marketer B2B jika kita bisa meningkatkan layanan kita dan bereksperimen dengan channel atau saluran baru dan yang baru muncul. Hal-hal bergerak cepat, namun berterimakasihlah kepada teknologi yang tersedia bagi kita, kita juga menjadi bergerak dengan cepat.
                  Kunci sukses pemasaran B2B adalah dalam menciptakan konten yang berkualitas tinggi, menargetkan orang yang tepat dan menghabiskan waktu dengan fokus pada peluang yang menghasilkan ROI yang tinggi. Rencanakan strategi pemasaran B2B Anda di seputar ketiga filosofi ini dan hai ini pasti akan menjadi tahun yang hebat untuk anda.


Source http://www.seraphscience.com/5-b2b-marketing-strategies-2015/